Cerita Ulang Tahun
Beberapa hari yang lewat saya melewati hari dimana tanggal dan bulannya yang sama pada 27 tahun yang lalu saya hadir diatas bumi Nya ini…
Barangkali sebagai episode dalam cerita kehidupan ini,
Tahun tahun belakangan ini saya merasa hari ulang tahun tidak lagi seperti ketika saya lewati diusia kanak kanak, ketika hari tersebut merupakan hari yang dinanti nanti, mengharapkan hadiah dari ayah dan ibu, memotong kue serta bernyanyi bersama teman-teman sepermainan..
Atau ketika masa remaja, dimasa saya mendapat kado dari teman-teman sekolah, atau disiram dengan air kotor yang telah dicampur dengan berbagai bahan "antah brantah", dan saat saat harus mentraktir teman teman kelas..
Dan ketika tibalah masa sekarang ini, saya merasakan hari itu adalah hari ketika tidak berarti lagi mengharapkan hadiah, kue atau ucapan selamat, atau mesti mentraktir teman yang dulu saya anggap sebagai bentuk tasyakur.
Hingga saya memahami dan sadar, bahwa sesungguhnya hari itu adalah bagaikan alarm, yang memberikan tanda perihal waktu, tanda yang mengingatkan bahwa sisa waktu saya dalam kehidupan ini semakin pendek, tanda yang mengingatkan saya bahwa kematian itu semakin dekat, tanda yang mengingatkan saya bahwa waktu untuk mempersiapkan diri bertemu dengan NYA semakin singkat……..
Ketika hari itu datang mestinya saya lalui dalam bentuk evaluasi besar tahunan, memohon ampun kepada Allah atas segala kelalaian dalam hidup ini, memohon maaf dan mengharapkan doa dari orang-orang disekitar..
Mengharapkan keberkahan dalam sisa waktu kehidupan, mempersiapkan diri untuk bertemu dengan NYA…
"Dan Allah tidak akan menunda (Kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan" Q.S. Al-Munafiqun (11)